One Woman s Journey Into Manhood and Back Again by Norah Vincent

Open Preview

See a Problem?

We'd dearest your help. Allow usa know what's incorrect with this preview of Self-Made Human by Norah Vincent.

Thank you for telling us most the problem.

Friend Reviews

To encounter what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

 · 5,239 ratings  · 844 reviews
Kickoff your review of Self-Made Human: One Woman'due south Journey Into Manhood and Back Over again
Wicaksono Wicaksono
Ditengah polemik kesetaraan gender di dunia yang sepertinya tak juga berkesudahan, tiba-tiba buku ini menyeruak dengan keberanian penulisnya Norah Vincent, untuk mengintip bagaimana sejatinya kehidupan seorang lelaki langsung dari tubuh lelaki itu sendiri.
Dengan berani, penulis tanpa operasi kelamin dan penyuntikan hormon, mampu mengkamuflasekan tubuhnya sebagai seorang lelaki tulen bernama Ned. Kemudahan yang menguntungkannya hanyalah karena kebetulan dari kecil memang penulis terkenal tomboy
Ditengah polemik kesetaraan gender di dunia yang sepertinya tak juga berkesudahan, tiba-tiba buku ini menyeruak dengan keberanian penulisnya Norah Vincent, untuk mengintip bagaimana sejatinya kehidupan seorang lelaki langsung dari tubuh lelaki itu sendiri.
Dengan berani, penulis tanpa operasi kelamin dan penyuntikan hormon, mampu mengkamuflasekan tubuhnya sebagai seorang lelaki tulen bernama Ned. Kemudahan yang menguntungkannya hanyalah karena kebetulan dari kecil memang penulis terkenal tomboy dan kebetulan setelah dewasa memilih kehidupan seksual sebagai seorang lesbian.
Dimulai dengan memotong pendek rambutnya laiknya potongan lelaki, memakai pakaian laki-laki, mengenakan bra olahraga yang sangat sempit untuk menutupi payudara dan meminta bantuan brand up artis akhirnta penulis benar-benar bisa berperforma laiknya lelaki. Tentu saja hal ini tak mudah. Untuk urusan kumis saja, konon ia sempat mencoba-coba kumis palsu sampai 150 kali sebelum akhirnya menemukan yang cocok. Tak tanggung-tanggung, penulis juga memakai penis palsu untuk menyempurnakan penyamaran kelelakiannya. Setelah penampilannya mumpuni ia pun berlatih keras pada seorang pakar teater untuk bisa bersuara seperti laki-laki. Setelah semua berhasil dilakukannya akhirnya ia pun siap terjun ke kandang lelaki sampai akhirnya buku ini berhasil ditulisnya.
Temuan di atas merupakan salah satu temuan positif yang dituliskan penulis dalam buku ini. Selanjutnya secara detail dan deskripsi yang naratif penulis menuliskan seluruh temuannya yang mengagumkan ke dalam buku ini. Misalnya temuannya bahwa ternyata bagi laki-laki sex activity adalah hasrat. Hal ini dituliskannya secara menyakinkan dengan cerita pengalamannya saat mengamati wajah laki-laki di klub penari telanjang. Dari situ Vincetn jadi bisa mengambil kesimpulan bahwa yang terjadi pada saat itu bukanlah apresiasi tentang perempuan dan juga bukan apresiasi tentang seksualitas mereka. Menurutnya itu adalah hasrat, dan bukan cuma kesenangan belaka.

Buku "Female Clandestine" yang merupakan hasil penulisan pengalaman penulis selama eighteen bulan penyamarannya sebagai lelaki tersebut nampaknya benar-benar sebuah buku yang pantas dibaca oleh semua orang yang selama ini tergelitik dalam permasalahan gender, feminisme dan maskulinitas. Baik pembaca dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Temuan-temuan yang diungkapkan penulis melalui buku ini bisa jadi akan membawa sebuah kesadaran yang berbeda dalam perseteruan gender yang selama ini tak juga mendingin. Boleh jadi superioritas lelaki yang selama ini digugat oleh kaum feminis bisa mencair. Pasalnya, ternyata tak hanya perempuan yang terkungkung oleh konsepsi budaya yang ada. Lelaki pun turut menjadi korban dari kungkungan budaya tersebut.
Meskipun permasalahan yang diungkapkan penulis dalam buku ini cukup serius, namun kita boleh tetap bernafas lega saat membacanya. Gaya bercerita yang lucu, narasi yang mengalir segar, drama-drama yang mendebarkan jantung, serta penyertaan sekuen-sekuen yang menghibur menjadikan buku yang seharusnya sangat provokatif ini menjadi sangat menyenangkan. Secara cerdas penulis tidak menampar salah satu gender. Melainkan cukup menggelitik pemikiran kedua gender yang kerap berseteru tersebut untuk kembali merevisi kesalahpahaman yang pernah mereka yakini sebelumnya.
Buku ini merupakan sebuah dokumentasi yang mampu menjadi jendela bagi pembacanya dalam memahami eksistensi gender khususnya laki-laki, namun sekaligus menjadi cermin untuk melihat apakah pemikiran kita selama ini sudah benar dengan kondisi yang berlaku sebenarnya.
Gejolak rasa penasaran yang menggebu benar-benar mendera kita saat membacanya, sampai tak sadar kita telah sampai di halaman ke-512. Halaman terakhir yang menyisakan tanya pada diri sendiri, "Trus enakan jadi laki-laki atau perempuan ya?"

...more
drg Rifqie Al Haris
Aku jelas tertarik dengan judulnya. Terutama tagline-nya: "Menelanjangi dunia lelaki. Kisah Nyata Petualangan Wanita Menjadi Pria Lalu Kembali Lagi Menjadi Wanita."

Buku ini adalah hasil pengalaman pribadi dari penulisnya. Riset yang dilakukannya benar-benar objektif. Vincent merubah penampilannya sebagai seorang pria untuk mendalami seperti apa dunia pria itu sebenarnya. Dan hasil pengamatannya itu disajikannya dengan cukup gamblang dan seimbang. Selain mengungkap seperti apa kehidupan lelaki it

Aku jelas tertarik dengan judulnya. Terutama tagline-nya: "Menelanjangi dunia lelaki. Kisah Nyata Petualangan Wanita Menjadi Pria Lalu Kembali Lagi Menjadi Wanita."

Buku ini adalah hasil pengalaman pribadi dari penulisnya. Riset yang dilakukannya benar-benar objektif. Vincent merubah penampilannya sebagai seorang pria untuk mendalami seperti apa dunia pria itu sebenarnya. Dan hasil pengamatannya itu disajikannya dengan cukup gamblang dan seimbang. Selain mengungkap seperti apa kehidupan lelaki itu, tidaklah lengkap jika di buku ini tidak ada perbandingan bagaimana kehidupan wnita itu. Tapi vincent telah membuat perbandingan yang seimbang. Sehingga buku ini cocok dibaca siapa saja tidak mengenal gender. Karena para lelaki yang membacanya pun akan menemukan informasi bagaimana seluk beluk wanita itu.

Norah Vincent mampu membawakan penyamaran yang sangat sempurna hingga ia bisa mendapatkan banyak sekali info mengenai: persahabatn, seks, cinta dan kehidupan. Satu setengah tahun dalam penyamaran bukanlah waktu yang sebentar. Selama itu pula dia harus mengendalikan emosinya sebagai seorang lelaki. Hal ini justru membuatnya kerepotan ketika di akhir petualangannya, dia harus kembali lagi menjadi wanita. Seperti apa konflik yang disajikan? Baca saja buku ini.

...more
Pera
saat membelinya aku berharap buku ini novel, ternyata not fiksi.
Berupa hasil reportase kehidupan laki-laki dari sudut pandang perempuan. Dan setting nya adalah Amerika, kadang aku berfikir...ahh Republic of indonesia gak separah Amerika di buku ini kok...atau aku yang kurang peka ya? masa sih laki-laki segitunya melihat payudara perempuan?

Buku ini emang gender abies..tapi jenis yang tak bergulat di teori seperti buku2 genderr kebanyakan.kelebihannya ya cuma menceritakan realitas dan sudut pandang penulisny

saat membelinya aku berharap buku ini novel, ternyata non fiksi.
Berupa hasil reportase kehidupan laki-laki dari sudut pandang perempuan. Dan setting nya adalah Amerika, kadang aku berfikir...ahh Republic of indonesia gak separah Amerika di buku ini kok...atau aku yang kurang peka ya? masa sih laki-laki segitunya melihat payudara perempuan?

Buku ini emang gender abies..tapi jenis yang tak bergulat di teori seperti buku2 genderr kebanyakan.kelebihannya ya cuma menceritakan realitas dan sudut pandang penulisnya.
Aku gak selesai membacanya...keburu di jadi kado penghibur untuk adik yang sedang sedih.
Meskipun begitu aku sih lebih berharap, buku ini lebih asyik kalau diramu menjadi novel daripada hasil reportase. :(

...more
Indah Threez Lestari
Waktu masih SD (di luar jam sekolah, tentunya) gw suka disangka anak laki-laki karena berambut cepak, dan pakaian sehari-hari cuma T-shirt dan celana pendek. Dan gw bangga banget kalau ada yang salah sangka begitu (well, dulu memang agak terobsesi pengen jadi anak laki-laki, sih)

Tapi sekarang, meskipun kadang2 pengen melakukan seperti yang dilakukan Norah Vincent, gw ga bisa lagi "menyamar". Habis, tinggi badan ga memungkinkan, kecuali kalo mau nyamar jadi cowok pendek...

Waktu masih SD (di luar jam sekolah, tentunya) gw suka disangka anak laki-laki karena berambut cepak, dan pakaian sehari-hari cuma T-shirt dan celana pendek. Dan gw bangga banget kalau ada yang salah sangka begitu (well, dulu memang agak terobsesi pengen jadi anak laki-laki, sih)

Tapi sekarang, meskipun kadang2 pengen melakukan seperti yang dilakukan Norah Vincent, gw ga bisa lagi "menyamar". Habis, tinggi badan ga memungkinkan, kecuali kalo mau nyamar jadi cowok pendek...

...more than
Novi Maizir
Wow..dulu gw sempat kepiiran buat nyamar jadi cowok..ternyata "ide gila" ini udah dipraktekkan langsung oleh Norah Vincent.
Yang patut diacungin jempol, Norah berani mengambil resiko dengan menyamar menjadi laki-laki dan mengikuti kebiasaan2x para pria disekitarnya dan mulai sedikit "terhanyut" oleh peran yang dia lakoni...
Wow..dulu gw sempat kepiiran buat nyamar jadi cowok..ternyata "ide gila" ini udah dipraktekkan langsung oleh Norah Vincent.
Yang patut diacungin jempol, Norah berani mengambil resiko dengan menyamar menjadi laki-laki dan mengikuti kebiasaan2x para pria disekitarnya dan mulai sedikit "terhanyut" oleh peran yang dia lakoni...
...more than
Windyasari Septriani
waw! brilian dan berani bgt! sekaligus kontroversi kali ya...perubahan judulnya dari versi aslinya apsti terinspirasi dari "Djakarta Undercover" walopun bedanya kalo ini penulisnya memang menyamar jadi laki-laki dan menghupas tuntas kehidupan serta karaketer sifat yg ada di laki@ ternyata mengangumkan dan banyak yg ngga cewe sadari! baik positif maupun negatif! waw! brilian dan berani bgt! sekaligus kontroversi kali ya...perubahan judulnya dari versi aslinya apsti terinspirasi dari "Jakarta Undercover" walopun bedanya kalo ini penulisnya memang menyamar jadi laki-laki dan menghupas tuntas kehidupan serta karaketer sifat yg ada di laki@ ternyata mengangumkan dan banyak yg ngga cewe sadari! baik positif maupun negatif! ...more than
Mel
terjemahannya kurang mulus.
mungkin akan lebih baik jika baca versi aslinya.
tapi tetap saya dapat bbrp inspirasi berharga dari buku tsb.

ps. kalau mau lihat profil asli perbandingan saat dia jadi perempuan dan lelaki, lihat buku ini yg edisi lain deh. jelas sekali. samaran yg bagus. laki banget. heheh.

Fahrul Amama
Kayaknya edisi englishnya bagus. Tapi terjemahan Indonesia-nya? Caaapedeeeeh... Sampe sekarang gue belom selesai baca tuh. Banyak yang aneh dalam translasinya. Kayak terjemahan brute planet di Lativi yang kacau beliau itu...
Hida Ajmain™
ni buku tahun 2007, tapi ampe sekarang belooooommmmm selesai2. awalnya tertarik karena baca rview di belakang bukunya (karena thousand ada yang udah kebuka)apa mungkin karena cara penulisannya yang kurang menarik yaak??? ato karena masalah tanslatenya???? hmmmmhmmm..
A. Moses Levitt
agak melelahkan sebab si penceritanya menggunakan bahasa yg tidak begitu bagus (efek setelah membaca Bilangan Fu?)...menceritakan seorang perempuan yang terangsang menjalani hidup sebagai laki2 sebagai akibat dari "dorongan" ejekan org2 di sekitarx: "dia tidak punya bokong dan dada." agak melelahkan sebab si penceritanya menggunakan bahasa yg tidak begitu bagus (efek setelah membaca Bilangan Fu?)...menceritakan seorang perempuan yang terangsang menjalani hidup sebagai laki2 sebagai akibat dari "dorongan" ejekan org2 di sekitarx: "dia tidak punya bokong dan dada." ...more than
Cupit
beli bukunya karena tertarik gaya-gaya detektifnya, agak vulgar, mungkin karena transletan.
Tiya
buku ini termasuk ke dalam koleksi buku "terpinggirkan". sewaktu beli kirain ini novel ternyata enggak.ga sampai habis dibaca.kalimat2nya menyebalkan dan membuat bosan. buku ini termasuk ke dalam koleksi buku "terpinggirkan". sewaktu beli kirain ini novel ternyata enggak.ga sampai habis dibaca.kalimat2nya menyebalkan dan membuat bosan. ...more than
Titien

Gw gak bisa nikmati gaya bertutur Norah ;(
Bob Marchiano
sakit jiwa juga nich penulisnya....
Nathalia.p
Mar 03, 2010 rated information technology really liked information technology
Saya suka dengan ide penulis, terjun langsung ke dalam dunia laki-laki lengkap dengan penampilan dan pembawaan laki2. Petualangan yg mendebarkan pastinya.
Dhejan
Hebat banget cara nyamarnya itu cewek.
Vincent was a senior fellow at the Foundation for the Defense of Democracies from its 2001 inception to 2003. She has besides had columns at Salon.com, The Advocate, the Los Angeles Times, and The Hamlet Voice. Her essays, columns and reviews take also appeared in The New Republic, The New York Times, The New York Post, The Washington Postal service and many more regional newspapers effectually the country.

Vincent

Vincent was a senior fellow at the Foundation for the Defense of Democracies from its 2001 inception to 2003. She has also had columns at Salon.com, The Advocate, the Los Angeles Times, and The Hamlet Voice. Her essays, columns and reviews accept also appeared in The New Republic, The New York Times, The New York Post, The Washington Post and many more regional newspapers around the state.

Vincent is a freelance announcer and in 2003 she took a get out from writing her nationally syndicated political opinion columns in order to write her New York Times bestselling book Cocky-Made Homo, the story of a woman living, working and dating in elevate as a human.

She holds a bachelor'due south degree in philosophy from Williams College. She currently resides in New York Urban center.

...more

Related Articles

A life well-lived can make the perfect page-turning tale, complete with drama, sadness, hilarity, love, and triumph over adversity. Our latest...
"Women and men communicate differently, often on entirely dissimilar planes. But just as men have failed us, we accept failed them. Information technology has been i of our great commonage female shortcomings to presume that whatever we do not perceive simply isn't there, or that whatever is non communicated in our language is not intelligible speech." — fourteen likes
"Gratification kills desire. And constant gratification kills it permanently" — 4 likes
More quotes…

Welcome dorsum. Just a moment while we sign you in to your Goodreads account.

Login animation

elderfecrused.blogspot.com

Source: https://www.goodreads.com/id/book/show/29434.Self_Made_Man

Belum ada Komentar untuk "One Woman s Journey Into Manhood and Back Again by Norah Vincent"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel